Kamis, 25 Juli 2013

Development of Science

The history of science is the study of the historical development of science and scientific knowledge, including both the natural sciences and social sciences. (The history of the arts and humanities are termed as the history of scholarship.) From the 18th century through late 20th century, the history of science, especially of the physical and biological sciences, was often presented in a progressive narrative in which true theories replaced false beliefs. More recent historical interpretations, such as those of Thomas Kuhn, portray the history of science in more nuanced terms, such as that of competing paradigms or conceptual systems in a wider matrix that includes intellectual, cultural, economic and political themes outside of science.
Science is a body of empirical, theoretical, and practical knowledge about the natural world, produced by scientists who emphasize the observation, explanation, and prediction of real world phenomena. Historiography of science, in contrast, often draws on the historical methods of both intellectual history and social history. However, the English word scientist is relatively recent—first coined by William Whewell in the 19th century. Previously, people investigating nature called themselves natural philosophers.
While empirical investigations of the natural world have been described since classical antiquity (for example, by Thales, Aristotle, and others), and scientific methods have been employed since the Middle Ages (for example, by Ibn al-Haytham, and Roger Bacon), the dawn of modern science is often traced back to the early modern period, during what is known as the Scientific Revolution that took place in 16th- and 17th-century Europe. Scientific methods are considered to be so fundamental to modern science that some consider earlier inquiries into nature to be pre-scientific. Traditionally, historians of science have defined science sufficiently broadly to include those inquiries.


Tentang Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah perguruan tinggi swasta terakreditasi "A" dengan Nomor SK: 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013, yang berpusat di kampus III terpadu Universitas Muhammadiyah Malang, Jalan Raya Tlogomas 246 Kota Malang, Jawa Timur. Universitas yang berdiri pada tahun 1964 ini berinduk pada organisasi Muhammadiyah dan merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jawa Timur. UMM termasuk dalam jajaran PTS terkemuka di Indonesia bersama UII dan UMY. Oleh karena didominasi warna dinding putih, UMM sering disebut sebagai kampus putih.
UMM merupakan salah satu universitas yang tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina untuk seluruh PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Program-program yang didisain dengan cermat menjadikan UMM sebagai "The Real University", yaitu universitas yang benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi.
Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di Jalan Bandung 1, kampus II di Jalan Bendungan Sutami 188 A dan kampus III di Jalan Raya Tlogomas 246. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program Pasca Sarjana. Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang di konsentrasikan sebagai kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai pusat sari seluruh aktivitas.
 

Perkembangan IT

Sekarang ini peranan IT dalam keidupan manusia sudah semakin penting. Karena seiring dengan perkembangan IT tersebut manusia banyak melakukan pekerjaannya di depan komputer maupun dengan menggunakan handphone untuk komunikasi. Namun hal tersebut juga harus diimbangi dengan kesadaran untuk menggunakan IT untuk kepentingan yang positif. Oleh karena tidak sedikit juga para ahli IT yang menggunakannya untuk kejahatan. Sehingga perkembangan IT di Indoesia sudah cukup berkembang, tetapi belum dalam berbagai hal. Dan perlu adanya pengawasan dari pihak yang berwenang agar dampak negatif dari IT dapat dikurangi.Beberapa contoh perkebangan IT saat ini adalah :social gaming,Body Motion,SensorAugmented,RealityInternet TV,MobilePayments,Online Application,Cloud Computing,dll.

Perkembangan IT yang cukup pesat tersebut harus diimbangi dengan kesdaran untuk menggunakan IT untuk kebaikan, untuk hal yang positif. Sehingga sesuai dengan fungsi IT yaitu sebagai alat komunikasi serta alat bantu manusia dalam melakukan pekerjaan dan memperoleh informasi serta berkomunikasi.

sumber :http://riswandha.blog.ugm.ac.id/2010/10/07/perkembangan-it-di-indonesia/